Litosfer pada mulanya berupa lempeng raksasa yang disebut pangea kemudian karena adanya arus konveksi pada lapisan astenosfer sehingga menyebabkan lempeng tadi bergerak dan terbagi menjadi segmen-segmen atau lempeng-lempeng yang lebih kecil. Arus konveksi adalah arus yang mendorong aliran material yang diakibatkan perbedaan tekanan, arah arus konveksi berupa siklus putaran. Seperti pada proses pemanasan air panas dalam bejana, dimana air yang ada di bawah akan didorong ke atas, kesamping kemudian kembali lagi ke bawah. Lebih jelasnya bisa lihat gambar arus konveksi berikut. Sampai sekarang lempeng-lempeng tadi masih terus bergerak. Lempeng-lempeng tersebut antara lain: lempeng indoaustralia, lempeng pasifik, lempeng eurasia, lempeng antartika, lempeng amerika selatan, lempeng amerika utara dll. Teori ini disebut dengan teori lempeng tektonik yang pertama kali dikemukakan oleh alfred weigner.Pergerakan lempeng tadi memiliki kecepatan dan gerak relatif yang berbeda antar lempeng satu dengan lempeng yang lainnya. Yaitu divergen, konvergen dan gerak mendatar. Pada bentuk divergen kedua lempeng saling menjauh sehingga selalu terbentuk material baru dari dalam bumi yang menyebabkan munculnya pegunungan di dasar laut yang disebut mid oceanic ridge. Pada bentuk konvergen kedua lempeng bergerak saling mendekat. Pada area konvergen ditandai dengan adanya penyusupan lempeng satu terhadap lempeng lainnya atau disebut dengan zona subduksi. Zona subduksi ini menyusup sampai kedalaman 700 km dibawah permukaan bumi dan pada batas pertemuan ditandai dengan adanya palung laut atau trench. Bentuk konvergen berasosiasi terhadap sumber gempa dan gunung api. Lempeng-lempeng di Indonesia sendiri termasuk pada bentuk ini. Sedang pada gerak mendatar kedua lempeng bergerak saling mendatar. Pada bentuk ini bisa terjadi gempa bumi tapi biasanya tidak menyebabkan tsunami besar.
Akibat pergerakan lempeng tektonik, maka di sekitar perbatasan lempeng akan terjadi akumulasi energi yang disebabkab baik karena tekanan, regangan ataupun gesekan. Energi yang terakumulasi ini jika melewati batas kemampuan atau daya elastisitas batuan maka akan menyebabkan patahnya batuan tersebut.
Jadi gempa bumi merupakan manifestasi dari getaran lapisan batuan yang patah yang energinya menjalar melalui badan dan permukaan bumi berupa gelombang seismik. Energi yang dilepaskan Pada saat terjadinya patahan tersebut dapat berupa energi deformasi, energi gelombang dan lain-lain.
Pusat patahan di dalam bumi dimana gempa bumi terjadi disebut fokus atau hiposenter, sedang proyeksi hiposenter yang berada di permukaan bumi disebut episenter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar